08/02/2016

Mengenalmu Saja Sudah Cukup

Menyukai seseorang bukanlah perkara mudah. Karena belum tentu pria yang berwajah tampan atau wanita yang berwajah cantik mudah untuk disukai. Menyukai memang tak semudah seperti memilih baju. Tidak cukup hanya karena ia bermotif bagus atau memiliki brand terkenal, bahkan desain bagus pun bukan jaminan. Intinya, dari sekian banyak pria tampan atau wanita cantik diluar sana, tidak membuat kita mudah untuk menyukai mereka sekaligus, pasti ada satu diantara mereka yang mampu menarik perhatian kita, bukan karena ia tampan atau cantik, tapi memang karena tanpa alasan, mungkin itulah menyukai. Tapi, bicara tentang kamu, tiada kata mungkin, karena mengenalmu saja sudah cukup.

06/02/2016

Melawan Rasa Takut

Sourced of google
"Mencoba sesuatu yang baru memang menakutkan. Tapi hidup selalu bicara tentang hal-hal baru. Jadi, mau sampai kapan menghindari hidup hanya karena rasa takut?". Catatan ini ku tulis tepatnya 7 minggu yang lalu, beberapa hari  sebelum aku berangkat mengikuti bakti sosial yang diadakan salah satu organisasi di kampusku. Aku menulis ini sekedar untuk memotivasi diriki sendiri, bahwa aku pasti bisa dan aku tidak takut.

Sejujurnya aku takut berada jauh dari rumah, apalagi untuk 2 minggu lamanya. Karena memang, aku tak pernah melakukan itu sebelumnya. Rasa takut seakan menyelimutiku. Bagaimana tidak,

26/11/2015

Hatiku Tidak Sedang Meninggalkanmu, tapi Menjauhi Keragu-raguan

Kita pernah memutuskan untuk menyimpan seseorang di dalam jiwa, melalui seutas tali yang mudah putus kapanpun. Tali bagiku adalah hubungan 'saling' antara dua manusia yang terlahir berbeda, hubungan yang tidak benar-benar mengikat. Ya, disanalah terkadang aku merasa ada keragu-raguan.

Kita pernah memutuskan untuk saling berjuang, saling memahami dan saling mengerti, itu semua karena kita saling mencintai. Iyakah? Karena itukah? Benarkah karena alasan 'saling mencintai' membuat kita menjadi sejauh ini? Apa yang membuatmu yakin? Apa karena itu 'aku' dan bukan yang lain? Lantas kenapa harus cinta yang membuat hubungan kita menjadi serumit ini?

Baiklah,  intinya aku meyerah karena keragu-raguan. Kita terlalu awal untuk memulai, membuat kita terlalu lama untuk menunggu. Inilah yang membuat hubungan kita menjadi rumit. Masa mudamu habis hanya untuk mengenali dan memahamiku. Biarkanlah waktu tetap berjalan, kita berakhir saja sampai disini, mungkin hati kita tidak. Aku hanya tak ingin membuat hubungan ini semakin rumit dan tidak jelas. Karena kita masih terlalu muda untuk tahu banyak hal. Mulailah hidupmu yang baru. Berjuanglah untuk kehidupanmu yang lebih baik, jangan berlama-lama denganku hanya karena seutas tali. Buatlah tali yang cukup kuat jika kamu benar-benar siap.

03/11/2015

Followers and Following!

"Follback" adalah kependekan dari follow back, yaitu, permintaan untuk mengikuti akun media sosial dari para followers kita yan sebelumnya udah mengikuti akun kita. Dan mereka tak lain adalah temen kita sendiri, bisa jadi mantan kita, atau calon masa depan kita, atau bahkan para fans dan barangkali juga haters kita, intinya bangsa manusia, bukan bangsa vampir atau serigala  *abaikan*
Kalo followers sama following udah tau lah ya artinya apaan. Disini kita nggak lagi bahas apa definisi secara bahasa maupun secara istilah dari kedua kata tadi, tapiii hal nggak penting yang mau gue bahas adalah tentang kebiasaan para pengguna akun sosial media, instagram misalkan, berkaitan dengan dua kata berinisial 'f' tadi.

04/10/2015

WHATEVER!

Pernahkah kalian menonton kontes musik? Pernahkah kalian mendukung satu diantara para kontestan itu? Apa yang menjadi penilaian kalian? Suaranya yang merdu ataukah karena parasnya? Oke, karena suaranya yang merdu. Ya, tentu saja, karena ini adalah kontes musik, bukan kontes kecantikan.

Kita bisa menilai, mana suara yang nyaman di dengar dan mana yang tidak. Yaa, meskipun bisa dibilang kita sendiri tak memiliki suara yang merdu. Tapi untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak, tidak perlu harus jago ini atau itu dulu. Sepakat? Hey ingat, kalian bebas menilai hahaha. Anggap saja sepakat.

02/08/2015

Teman Setiap Masa

Aku bahkan pernah memutuskan untuk tidak berteman dengan siapa pun. Maksudku bukan hidup sendiri dan tidak bicara atau saling menyapa dengan seorang pun, aku hanya pernah berfikir untuk tidak berhubungan dengan seseorang layaknya sahabat. Itu ku putuskan ketika aku mulai menginjakkan kakiku di dunia kampus. Pas. Dunia kampus memang dipenuhi mereka yang hidup dengan tugas dan kepentingan masing-masing. Individualis. Tapi itu hanyalah persepsiku. Kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.

15/11/2014

Kemeja Biru

Di ruang itu, dimana kursi panjang dipenuhi semua orang, aku duduk bersebelahan dengan ibumu. Aku tahu bahwa dirimu sedang duduk di bangku paling depan dengan warna biru pada kemejamu, dan ibumu memperkenalkanmu kepadaku, lewat perbincangan singkat itu. Hanya saja, aku tak tahu siapa namamu bahkan wajahmu. Sedikitpun aku tidak memperhatikan, yang aku tahu kita dalam satu tujuan yang sama, iya, hanya itu yang ku tahu dari ibumu.

Pagi inagurasi, aku sedang mengenakan gaun ungu dengan motif bunga-bunga yang indah menghiasinya, aku duduk di tribun dengan banyak orang baru disekelilingku. Saat itu adalah inagurasi dari ospek prodi yang ku ambil. Acara yang membosankan.

Tapi ada hal yang mengingatkanku tentangmu, seseorang dengan suara indahnya tengah membacakan ayat-ayat indah, seseorang yang sama denganmu, ia mengenakan warna biru pada kemejanya. Sepertinya aku lupa bahwa baru saja aku mengatakan inagurasi yang membosankan, karena hal ini menarik perhatianku. Aku mengamatinya dari kejauhan, iya, hanya dari kejauhan. Yang ku tahu seseorang itu mengenakan warna biru pada kemejanya sama sepertimu.

Sekarang, adalah hari pertama kuliah kita. Bahkan bertemu denganmu adalah selalu menjadi hal yang pertama, meskipun kita dipertemukan sebanyak tiga kali tanpa kau menyadarinya. Lagi-lagi aku bertemu dengan orang yang sama. Sama-sama mengenakan warna biru pada kemejanya, entah siapa kamu, seseorang yang duduk di bangku paling depan ataukah seseorang dengan suara indah? Kamu berdiri memperkenalkan namamu, dan aku baru menyadari saat itu juga, bahwa kamu adalah orang yang sama. Seseorang dengan kemeja biru yang duduk di bangku paling depan dan seseorang dengan suara yang indah. Untuk mengetahui namamu, aku harus menunggu di pertemuan ketiga, iya, hari ini.

Akhirnya kita sedekat ini, bertemu denganmu setiap hari dengan warna kemeja yang berbeda. Hingga suatu sabtu, kau mengirimku sebuah pesan. Aku tak membalasnya karena saat itu aku belum tahu bahwa itu darimu. Hingga kau mengirim yang kedua kalinya. Dan aku menyadarinya bahwa itu adalah kamu.